Karakteristik dan Fungsi Oviduk dalam Sistem Reproduksi Wanita

  • July 5, 2022

Pernahkah kamu mendengar kata oviduk? Jika belum, pernahkah kamu mendengar kata tuba falopi?

Oviduk dan tuba falopi adalah satu hal yang sama. Keduanya merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Oviduk memiliki bentuk panjang, sebagai saluran sempit yang menghubungkan rahim dengan ovarium. Tulisan ini akan mengulas tentang fungsi oviduk dalam sistem reproduksi wanita. Yuk, kenali oviduk atau tuba falopi dengan membaca artikel ini!

Karakteristik Oviduk

Oviduk terdiri atas dua saluran berbentuk mirip huruf “J” yang terletak di panggul wanita. Oviduk ini memanjang dari rahim kemudian melengkung ke kanan dan ke kiri panggul.

Saluran oviduk bentuknya panjang dan sempit. Panjang oviduk hanya sekitar 10 hingga 13 sentimeter, sedangkan lebarnya 0.5 hingga 1.2 sentimeter.

Dinding oviduk terdiri atas 3 lapisan, yaitu:

  • Mukosa

Mukosa tersusun atas lamina propria, membran basal, dan sel epitel. Dinding mukosa memiliki papila yang bentuknya seperti tonjolan kerucut kecil dan lipatan yang berlapis-lapis. Lipatan yang berlapis ini adalah tempat sel telur dibuahi.

  • Muskularis

Muskularis terdiri atas lapisan dalam yang melingkar dan lapisan luar berbentuk longitudinal. Muskularis bisa berkontraksi secara peristaltik sehingga dapat mendorong sel telur yang telah dibuahi untuk menuju uterus. 

  • Serosa

Serosa adalah lapisan terluar. Serosa terdiri dari epitel kuboid sederhana yang didukung oleh jaringan ikat yang sangat tipis.

Bagian Oviduk

Oviduk sendiri terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu;

  1. Fimbria

Di ujung oviduk yang dekat dengan ovarium, ada suatu bagian yang berbentuk seperti jari. Bagian ini disebut dengan fimbria.

Fimbria melekat pada ovarium. Fungsinya adalah untuk menangkap ovum dari permukaan ovarium untuk kemudian dibawa ke infundibulum ketika ovulasi.

  1. Infundibulum

Infundibulum adalah bagian pada oviduk yang berbentuk seperti corong penyimpanan, melekat pada fimbria. Fungsinya adalah untuk menangkap dan menyalurkan ovum yang telah dilepaskan.

  1. Ampula

Ampula adalah saluran panjang yang berdinding tipis. Pada ampula, terdapat lapisan mukosa yang berlipat-lipat. 

  1. Isthmus

Berbeda dengan ampula yang panjang dan tipis, isthmus jauh lebih pendek dan tebal. Panjang isthmus hanya sekitar 2 sentimeter. Bagian oviduk ini fungsinya untuk menghubungkan ampula dan infundibulum ke rahim.

  1. Intramural portion

Intramural portion adalah bagian akhir dari oviduk yang terletak di atas rahim. Intramural portion berbentuk tabung sempit yang menghubungkan isthmus hingga dinding dan rongga rahim. 

Fungsi Oviduk

Fungsi oviduk pada sistem reproduksi wanita sangat vital. Fungsinya mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Membawa sperma

Oviduk menghubungkan ovarium dan rahim. Sebagai penghubung, oviduk membawa sperma ke sel telur yang terletak di ovarium.

  1. Tempat pembuahan

Pembuahan tidak langsung terjadi di rahim, melainkan di oviduk. Pada bagian oviduk yang bernama ampula, sel telur yang diproduksi di ovarium dibuahi oleh sperma.

  1. Transportasi ovum yang telah dibuahi

Setelah dibuahi, sel telur akan dibawa menuju dinding rahim lewat oviduk.

  1. Menjaga sperma

Karena sperma harus bergerak di sepanjang oviduk, oviduk harus menyediakan iklim yang tepat bagi sperma. Sperma bisa bertahan selama 5 hari di dalam oviduk.

Masalah Kesehatan pada Oviduk

Fungsi oviduk dapat terganggu jika ada masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang bisa terjadi pada oviduk yaitu penyumbatan oviduk.

Jika oviduk tersumbat, pembuahan akan sulit terjadi karena sperma tidak bisa mencapai ovum. Hal ini akan menyebabkan masalah kesuburan, perempuan jadi sulit hamil.

Adapun jika pembuahan telah terjadi dan oviduk tersumbat, sel telur tidak dapat bergerak menuju rahim. Hal ini bisa menyebabkan kehamilan di luar rahim atau yang sering disebut dengan kehamilan ektopik.

Fungsi oviduk ternyata sangat penting. Mulai dari transportasi sperma, hingga transportasi sel telur yang telah dibuahi sperma ke dinding rahim. Sebagai wanita, informasi ini sangat penting. Sebab kamu perlu mengetahui fungsi oviduk untuk mengenali sistem reproduksi diri sendiri.

Mengenal Hormon Reproduksi Wanita: Manfaat dan Cara Kerjanya

  • July 5, 2022

Hormon reproduksi wanita yang familiar di telingamu mungkin hanyalah hormon estrogen dan hormon progesteron. Padahal, sebenarnya ada juga hormon yang lain, lho.

Hormon apa saja itu? Yuk, baca tulisan ini untuk mengenal hormon dan sistem reproduksi sendiri!

Estrogen

Hormon estrogen berperan dalam proses pubertas. Hormon ini membantu pertumbuhan payudara serta rambut kemaluan dan ketiak, juga memulai  dan mengontrol siklus menstruasi.

Hormon ini ternyata juga ada pada laki-laki, meski dalam jumlah yang kecil. Pada perempuan dan laki-laki, hormon estrogen membantu mengontrol metabolisme lipid, mempertahankan kesehatan kulit dan tulang, serta mengontrol hasrat seksual.

Hormon yang diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal ini terdiri atas hormon estradiol, estriol, dan estron. 

  • Hormon estradiol: hormon ini banyak diproduksi di usia wanita muda yang subur.
  • Hormon estriol: hormon estriol banyak diproduksi ketika perempuan hamil.
  • Hormon estron: hormon ini adalah hormon yang satu-satunya diproduksi setelah menopause.

Progesteron

Hormon progesteron berperan dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar adrenal dan korpus luteum yang diproduksi setelah ovulasi pada pertengahan kedua siklus menstruasi.

Saat tubuhmu memproduksi banyak progesteron, kamu tidak akan berovulasi. Ini karena progesteron memicu endometrium untuk menebal sehingga bisa menerima sel telur. Jika wanita tidak mengalami pembuahan, korpus luteum akan luruh sehingga kadar progesteron menurun. Menstruasi pun terjadi.

Namun jika wanita mengalami pembuahan, progesteron akan memberi makan janin dengan memicu tubuh untuk menyediakan pembuluh darah di endometrium. Progesteron juga akan terus membantu kehamilan dengan memicu plasenta untuk menghasilkan hormon progesteron agar ovulasi tidak terjadi dan membantu payudara memproduksi ASI.

Relaksin

Hormon relaksin disekresi oleh korpus luteum. Hormon ini juga akan diproduksi oleh plasenta ketika wanita hamil.

Kadar hormon relaksin umumnya meningkat setelah ovulasi. Hormon ini berguna untuk menenangkan dinding rahim dan menyiapkannya untuk kehamilan.

Kalau wanita tidak hamil, kadar hormon relaksin akan menurun. Namun jika wanita hamil, kadar relaksin akan terus meningkat demi membantu pertumbuhan janin. Hormon ini akan membantu menghentikan kontraksi agar bayi tidak lahir terlalu cepat dan mengendurkan otot di pinggul agar bayi bisa keluar dari rahim dalam persalinan.

Anti Mullerian Hormone (AMH)

Anti Mullerian Hormone berperan dalam perkembangan janin laki-laki saat kehamilan. Di awal kehamilan, janin laki-laki dan perempuan memiliki AMH. Jika janin memiliki kromosom XY yang berarti laki-laki, testis janin akan memproduksi AMH dan testosteron untuk perkembangan organ reproduksi laki-laki. 

Bukan hanya itu, AMH yang diproduksi di ovarium juga membantu perkembangan folikel. Folikel ini berguna untuk mendukung sel telur sebelum pembuahan terjadi.

Oksitosin

Hormon oksitosin diproduksi oleh hipotalamus dan dikeluarkan oleh kelenjar di bawah otak. Fungsinya untuk membantu persalinan dan produksi ASI.

Dalam proses persalinan, hormon ini akan memicu otot-otot uterin untuk berkontraksi. Hormon oksitosin juga meningkatkan produksi prostaglandin yang dapat memicu kontraksi lebih sering.

Setelah bayi lahir, oksitosin akan membantu membawa ASI ke payudara dan mengeluarkan ASI saat anak menyusui.

Luteinizing hormone (LH)

Luteinizing hormone diproduksi sekaligus disekresi oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini gunanya untuk mengontrol ovarium.

LH menstimulasi ovarium untuk memproduksi estradiol, hormon estrogen yang dimiliki wanita subur. Kadar LH yang meningkat dua minggu setelah siklus menstruasi kemudian mendorong ovarium untuk melepas sel telur. Kalau pembuahan terjadi, LH akan mendorong korpus luteum untuk memproduksi progesteron.

Follicle-stimulating hormone (FSH)

Follicle-stimulating hormone diproduksi oleh kelenjar di bawah otak pada paruh pertama siklus menstruasi. Fungsi FSH adalah untuk mengontrol siklus menstruasi dan menstimulasi pertumbuhan sel telur di ovarium.

Hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel hingga matang. Kadar hormon ini paling tinggi tepat sebelum sel telur dilepaskan.

Testosteron

Testosteron adalah hormon reproduksi wanita dan pria. Hormon ini lebih banyak ditemui pada pria.

Fungsi testosteron adalah untuk menjaga ovarium, mengontrol hasrat seksual, dan membantu menjaga kesehatan tulang wanita.

Ternyata, hormon reproduksi wanita bukan hanya estrogen dan progesteron saja, ya. Justru, ada banyak sekali hormon yang berperan dalam sistem reproduksi perempuan. Kalau menurutmu, hormon mana yang paling menarik?