Begini Cara Mengatasi Haid Jika Tidak ada Pembalut

  • August 29, 2022

Normalnya, setiap wanita dewasa akan mengalami siklus haid di setiap bulannya, dan untuk menghadapi siklus tersebut biasanya kamu akan memakai pembalut agar darah tidak bocor. Namun, bagaimana jika saat haid datang, tapi kamu tidak memiliki persediaan pembalut? Jangan panik, begini cara mengatasi haid jika tidak ada pembalut.

1.Pakaian Dalam Periode

Kamu bisa menggunakan pakaian dalam periode untuk mengganti pembalut. Celana dalam ini biasa digunakan bagi wanita yang tidak menyukai ukuran pembalut yang memungkinkannya bergeser saat dikenakan.

Sekarang, banyak perusahaan yang memproduksi celana dalam khusus untuk menstruasi. Contoh perusahaan yang sudah memproduksinya adalah Thinx, Knix Wear, dan Dear Kate. Produk ini dapat dicuci dan digunakan kembali, sehingga ramah bagi lingkungan.

2.Menstrual Cup

Menstrual cup sudah dipatenkan sejak tahun 1937 oleh Leona Chalmers, namun baru populer belakangan ini karena penggunaannya yang ramah lingkungan. Menstrual cup akan mengumpulkan darah haid dan kamu perlu membuangnya setiap 12 jam sekali. Sehingga, kamu tidak perlu terlalu sering ke kamar mandi untuk mengeceknya.

3.Menstrual Discs

Cara mengatasi haid jika tidak ada pembalut selanjutnya adalah dengan menggunakan menstrual discs. Menstrual discs ini mirip dengan menstrual cup karena dimasukkan ke daerah kewanitaan dan mengumpulkan darah menstruasinya.

Menstrual discs akan ditempatkan di bagian forniks vagina atau bagian yang lebih dalam ke saluran vagina. Hal tersebut menandakan bahwa kamu bisa tetap berhubungan seks sambil menstrual disc menghalangi aliran darah menstruasi.

4.Reusable Cloth Pads

Reusable cloth pads adalah pembalut kain, berarti hanya berupa pembalut yang bisa dipakai berkelanjutan. Produk ini juga salah satu bentuk upaya dalam menjaga lingkungan karena diketahui ada lebih dari dua puluh miliar pembalut sekali pakai yang berakhir di tempat pembuangan tiap tahunnya.

Cara menggunakannya, yaitu kamu bisa memasangnya di selangkangan pakaian dalammu dan kamu cukup menggantinya 6 jam sekali. Setelah selesai digunakan, jangan dibuang, namun bisa langsung kamu cuci sendiri dan keringkan, lalu bisa dipakai kembali.

5.Tisu atau Kasa Steril

Kebanyakan wanita pasti pernah menghadapi situasi di mana mengalami haid, namun tidak membawa pembalut atau persediaan pembalut di rumah habis. Dalam situasi darurat seperti ini, kamu bisa sementara menggunakan tisu atau kasa steril untuk diletakkan di celana dalam.

Mengapa harus tisu? Biasanya tisu mudah ditemukan, bahkan di toilet umum sekali pun, alasan lainnya adalah tisu dan kasa mampu menyerap darah. Jadi, pilihan ini adalah pilihan terbaik dikala kamu ada di situasi darurat.

6. Meminta Tolong untuk Dibelikan Pembalut

Situasi lain yang mungkin dihadapi wanita, yaitu tidak menyediakan pembalut saat haid, namun masih ada orang yang bisa dimintai tolong. Misalnya, kamu haid di kantor, dengan begitu kamu bisa meminta tolong teman kantormu untuk mebawakan atau membelikan pembalut di supermarket.

Orang yang akan dimintai tolong biasanya sesama wanita atau orang yang tahu apa itu pembalut karena masih banyak orang utamanya laki-laki yang tidak tahu mengenai pembalut. Cara meminta bantuannya, yaitu bisa dengan cara menelpon orang atau berteriak minta tolong.

Itulah pembahasan mengenai cara mengatasi haid jika tidak ada pembalut. Informasi di atas benar-benar penting karena sangat berguna di saat keadaan darurat. Jika itu kamu, maka alternatif pembalut mana yang akan kamu pilih? Menstrual cup, reusable cloth pads, atau yang lainnya?

Penyakit Kulit Eksim: Apa Penyebab dan Gejalanya?

  • August 3, 2022

Penyakit kulit eksim adalah masalah kulit yang dialami banyak orang. Penyakit kulit ini ditandai dengan ruam merah yang kering dan gatal.

Artikel ini akan membahas penyakit kulit eksim dengan lengkap. Jika kamu penasaran ingin mengetahui eksim, yuk baca artikel ini!

Mengenal Penyakit Kulit Eksim

Penyakit kulit eksim adalah penyakit kulit berupa ruam yang gatal. Penyakit ini biasanya dialami anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa mengalaminya.

Sayangnya, penyakit yang juga sering disebut dengan dermatitis atopik ini tidak bisa dihilangkan. Pengobatan eksim hanya fokus pada pencegahan agar eksim tidak bertambah parah.

Penyebab Penyakit Kulit Eksim 

Penyakit kulit eksim bisa muncul karena disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:

  • Keturunan

Banyak penderita eksim mendapatkan penyakit ini dari orang tuanya. Memang, anak dengan orang tua penderita eksim akan lebih berisiko terkena penyakit kulit yang sama.

  • Alergi

Eksim juga bisa disebabkan oleh alergi. Misalnya alergi bulu hewan, debu, atau serbuk sari.

  • Iritasi

Banyak produk di sekitar kita yang bisa menyebabkan iritasi. Contohnya sabun mandi, deterjen, ataupun sampo.

  • Cuaca

Cuaca memengaruhi eksim. Cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin serta kelembaban yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan eksim.

  • Makanan

Berhati-hatilah dengan makanan yang kamu konsumsi, sebab makanan bisa menjadi penyebab eksim. Contoh makanan penyebab eksim yaitu telur, kacang, dan makanan olahan susu.

  • Hormon

Pada wanita, gejala eksim bisa meningkat saat hormon sedang tinggi. Misalnya ketika hamil atau ovulasi.

  • Stres

Stres tidak menyebabkan eksim secara langsung. Namun, stres bisa menyebabkan gejalanya semakin parah.

Gejala Penyakit Kulit Eksim 

Berikut ini adalah gejala penyakit kulit eksim yang paling umum:

  • Kulit kering terasa seperti bersisik
  • Kulit gatal
  • Kulit kemerahan pada orang berkulit cerah
  • Kulit abu-abu atau coklat pada orang berkulit gelap 
  • Luka menganga
  • Ruam pada lipatan tubuh seperti siku, lutut, dan leher

Gejala yang disebutkan di atas merupakan gejala eksim pada orang dewasa. Pada anak dan bayi, gejalanya sedikit berbeda. 

  • Ruam pada pipi dan kulit kepala untuk anak berusia di bawah 2 tahun
  • Ruam pada leher, siku, lutut, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki
  • Ruam menggelembung yang bisa mengeluarkan cairan
  • Penebalan kulit

Cara Mengobati Penyakit Kulit Eksim 

Cara mengobati penyakit kulit eksim fokus pada penanganan agar ruam eksim tidak bertambah parah. Biasanya, pengobatan akan disesuaikan berdasarkan usia, gejala, dan riwayat kesehatan.

Inilah cara menangani penyakit kulit eksim:

  1. Mengoleskan salep dari dokter

Ketika terkonfirmasi eksim, dokter biasanya akan memberi salep anti inflamasi. Salep ini berguna untuk menenangkan gejala eksim seperti gatal atau kemerahan.

  1. Minum obat dari dokter

Jika perlu, dokter akan memberi resep obat minum untuk eksim. Jenis obat yang diberikan umumnya kortikosteroid, imunosupresan, antihistamin, atau antibiotik jika ada infeksi bakteri.

  1. Menjaga kelembaban kulit

Kulit harus dijaga kelembabannya untuk menutup ruang bagi eksim. Kamu bisa melakukan hal ini dengan mengoleskan pelembab pada kulit maksimal 3 menit setelah mandi.

  1. Tidak membiarkan kulit basah untuk terlalu lama

Meski kulit harus dijaga kelembabannya, bukan berarti kamu bisa membiarkan kulit terus menerus basah.

Justru, kulit yang basah bisa memicu atau memerparah eksim. Sebaiknya, kamu segera mengeringkan tubuh setelah mandi atau berenang dan menghindari aktivitas berkeringat.

  1. Tidak menggaruk kulit

Meski gatal, usahakan untuk tidak menggaruk kulit. Sebab jika kamu menggaruk kulit, eksim yang kamu alami akan bertambah parah. Oleh karena itu, pastikan kuku tanganmu tetap pendek.

  1. Mengenakan jenis pakaian tertentu

Tidak semua jenis pakaian bisa dikenakan penderita penyakit kulit eksim. Sebaiknya, orang yang mengalami eksim mengenakan pakaian berbahan katun yang lembut dan tidak ketat. Hal ini dilakukan untuk menghindari gesekan dengan kulit.