Mengenal Hormon Reproduksi Wanita: Manfaat dan Cara Kerjanya

  • July 5, 2022

Hormon reproduksi wanita yang familiar di telingamu mungkin hanyalah hormon estrogen dan hormon progesteron. Padahal, sebenarnya ada juga hormon yang lain, lho.

Hormon apa saja itu? Yuk, baca tulisan ini untuk mengenal hormon dan sistem reproduksi sendiri!

Estrogen

Hormon estrogen berperan dalam proses pubertas. Hormon ini membantu pertumbuhan payudara serta rambut kemaluan dan ketiak, juga memulai  dan mengontrol siklus menstruasi.

Hormon ini ternyata juga ada pada laki-laki, meski dalam jumlah yang kecil. Pada perempuan dan laki-laki, hormon estrogen membantu mengontrol metabolisme lipid, mempertahankan kesehatan kulit dan tulang, serta mengontrol hasrat seksual.

Hormon yang diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal ini terdiri atas hormon estradiol, estriol, dan estron. 

  • Hormon estradiol: hormon ini banyak diproduksi di usia wanita muda yang subur.
  • Hormon estriol: hormon estriol banyak diproduksi ketika perempuan hamil.
  • Hormon estron: hormon ini adalah hormon yang satu-satunya diproduksi setelah menopause.

Progesteron

Hormon progesteron berperan dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar adrenal dan korpus luteum yang diproduksi setelah ovulasi pada pertengahan kedua siklus menstruasi.

Saat tubuhmu memproduksi banyak progesteron, kamu tidak akan berovulasi. Ini karena progesteron memicu endometrium untuk menebal sehingga bisa menerima sel telur. Jika wanita tidak mengalami pembuahan, korpus luteum akan luruh sehingga kadar progesteron menurun. Menstruasi pun terjadi.

Namun jika wanita mengalami pembuahan, progesteron akan memberi makan janin dengan memicu tubuh untuk menyediakan pembuluh darah di endometrium. Progesteron juga akan terus membantu kehamilan dengan memicu plasenta untuk menghasilkan hormon progesteron agar ovulasi tidak terjadi dan membantu payudara memproduksi ASI.

Relaksin

Hormon relaksin disekresi oleh korpus luteum. Hormon ini juga akan diproduksi oleh plasenta ketika wanita hamil.

Kadar hormon relaksin umumnya meningkat setelah ovulasi. Hormon ini berguna untuk menenangkan dinding rahim dan menyiapkannya untuk kehamilan.

Kalau wanita tidak hamil, kadar hormon relaksin akan menurun. Namun jika wanita hamil, kadar relaksin akan terus meningkat demi membantu pertumbuhan janin. Hormon ini akan membantu menghentikan kontraksi agar bayi tidak lahir terlalu cepat dan mengendurkan otot di pinggul agar bayi bisa keluar dari rahim dalam persalinan.

Anti Mullerian Hormone (AMH)

Anti Mullerian Hormone berperan dalam perkembangan janin laki-laki saat kehamilan. Di awal kehamilan, janin laki-laki dan perempuan memiliki AMH. Jika janin memiliki kromosom XY yang berarti laki-laki, testis janin akan memproduksi AMH dan testosteron untuk perkembangan organ reproduksi laki-laki. 

Bukan hanya itu, AMH yang diproduksi di ovarium juga membantu perkembangan folikel. Folikel ini berguna untuk mendukung sel telur sebelum pembuahan terjadi.

Oksitosin

Hormon oksitosin diproduksi oleh hipotalamus dan dikeluarkan oleh kelenjar di bawah otak. Fungsinya untuk membantu persalinan dan produksi ASI.

Dalam proses persalinan, hormon ini akan memicu otot-otot uterin untuk berkontraksi. Hormon oksitosin juga meningkatkan produksi prostaglandin yang dapat memicu kontraksi lebih sering.

Setelah bayi lahir, oksitosin akan membantu membawa ASI ke payudara dan mengeluarkan ASI saat anak menyusui.

Luteinizing hormone (LH)

Luteinizing hormone diproduksi sekaligus disekresi oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini gunanya untuk mengontrol ovarium.

LH menstimulasi ovarium untuk memproduksi estradiol, hormon estrogen yang dimiliki wanita subur. Kadar LH yang meningkat dua minggu setelah siklus menstruasi kemudian mendorong ovarium untuk melepas sel telur. Kalau pembuahan terjadi, LH akan mendorong korpus luteum untuk memproduksi progesteron.

Follicle-stimulating hormone (FSH)

Follicle-stimulating hormone diproduksi oleh kelenjar di bawah otak pada paruh pertama siklus menstruasi. Fungsi FSH adalah untuk mengontrol siklus menstruasi dan menstimulasi pertumbuhan sel telur di ovarium.

Hormon FSH merangsang pertumbuhan folikel hingga matang. Kadar hormon ini paling tinggi tepat sebelum sel telur dilepaskan.

Testosteron

Testosteron adalah hormon reproduksi wanita dan pria. Hormon ini lebih banyak ditemui pada pria.

Fungsi testosteron adalah untuk menjaga ovarium, mengontrol hasrat seksual, dan membantu menjaga kesehatan tulang wanita.

Ternyata, hormon reproduksi wanita bukan hanya estrogen dan progesteron saja, ya. Justru, ada banyak sekali hormon yang berperan dalam sistem reproduksi perempuan. Kalau menurutmu, hormon mana yang paling menarik?

7 Tips Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

  • July 5, 2022

Wanita diberkahi dengan sistem reproduksi yang kompleks. Itulah sebabnya, langkah untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita perlu dilakukan agar sistem reproduksi tetap sehat.

Apa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita? Kamu bisa membacanya di sini.

Sistem Reproduksi Wanita

Sebelum mulai lebih jauh ke cara menjaga kesehatan reproduksi wanita, ada baiknya kamu mengenali sistem reproduksi wanita terlebih dahulu. Berikut ini adalah bagian sistem reproduksi wanita beserta fungsinya:

  • Labia mayor: Labia mayor menutupi semua bagian luar sistem reproduksi wanita. Ketika pubertas, labia mayor akan ditumbuhi rambut. 
  • Labia minor: Labia minor letaknya di dalam labia mayor, mengelilingi jalur masuk vagina dan uretra. Gunanya untuk melindungi vagina dan uretra.
  • Klitoris: Klitoris bentuknya kecil seperti kacang, terletak di tengah labia minor. Klitoris sensitif terhadap sentuhan, dapat merangsang wanita.
  • Kelenjar bartholin: Kelenjar bartholin terletak di dekat jalur masuk vagina. Kelenjar ini berguna untuk mensekresi lendir.
  • Vagina: Vagina adalah saluran yang menghubungkan rahim dengan bagian luar tubuh. Vagina berfungsi sebagai jalan keluar bayi.
  • Rahim: Rahim atau uterus bentuknya seperti buah pir, tersambung dengan vagina. Fungsinya sebagai tempat perkembangan janin.
  •  Tuba falopi: Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dan rahim. Fungsinya sebagai jalur transportasi telur dari ovarium ke rahim.
  • Ovarium: Ovarium terletak di kedua sisi rahim. Fungsinya adalah membentuk hormon dan telur.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

Sudah tahu tentang organ reproduksi wanita, sekarang saatnya kamu menjaganya dengan baik. Inilah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita:

  1. Olahraga

Kamu jarang olahraga? Mulai sekarang, jadwalkanlah olahraga dalam rutinitas keseharianmu demi sistem reproduksi wanita yang lebih sehat.

Olahraga akan membuatmu terhindar dari stres dan menstabilkan hormon. Jika kamu tidak stres, kamu juga akan terhindar dari infeksi bakteri pada vagina. Selain itu, olahraga juga bisa menghilangkan lemak tubuh yang dapat menyebabkan infertilitas.

  1. Menerapkan pola makan sehat

Makanan yang kamu konsumsi juga memengaruhi kesehatan reproduksi. Jika kamu ingin memiliki sistem reproduksi yang sehat, kamu sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, omega-3, omega-6, dan protein nabati. Makanan juga sebaiknya rendah karbohidrat dan memiliki indeks glikemik rendah.

Selain itu, kamu juga bisa menghindari alkohol dan rokok karena keduanya berbahaya bagi kesehatan reproduksi perermpuan. Rokok misalnya dapat menyebabkan kanker dan masalah kandungan.

  1. Menjaga kebersihan sistem reproduksi

Sistem reproduksi wanita bisa menjadi sarang bakteri jahat. Karena itu, kebersihan sistem reproduksi wanita perlu diperhatikan.

Ketika kamu membersihkan vagina, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini bisa menghindari vagina terkena bakteri yang terdapat di anus. Lalu, sebaiknya kamu membersihkan vagina secara rutin dan tidak menggosok vagina terlalu keras.

Selain itu, perhatikan produk reproduksi wanita yang kamu gunakan. Jangan menggunakan sabun, semprotan vagina, douche kemasan, serta pembalut dan tampon yang beraroma. Produk-produk tersebut bisa menyebabkan iritasi.

  1. Mengenakan pakaian yang nyaman

Pakaian apa yang selama ini kamu kenakan? Coba perhatikan kembali, sebab pakaian juga berpengaruh pada kesehatan reproduksi wanita.

Sebaiknya, hindari mengenakan celana dan pakaian dalam yang terlalu ketat. Selain tidak nyaman, mengenakan celana ketat juga bisa menyebabkan iritasi. 

  1. Berhati-hati dalam berhubungan seksual

Berhubungan seksual dengan aman adalah salah satu cara efektif menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Lebih baik jika kamu hanya berhubungan seksual dengan satu orang saja dan selalu gunakan proteksi seperti kondom. Jika kedua hal ini dilakukan, kamu akan terhindari dari penyakit menular seksual, HIV, dan kanker reproduksi wanita.

  1. Periksa reproduksi secara rutin

Untuk memastikan kamu memiliki sistem kesehatan reproduksi yang sehat, kamu bisa memeriksakan diri secara rutin. Kamu bisa melakukan pemeriksaan pelvis, HIV, screening HTI, screening hepatitis C, dan papsmear.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan tindakan pencegahan seperti vaksin hepatitis B, hepatitis C, dan HPV.

  1. Menjaga kesehatan mental

Stres juga bisa menyebabkan masalah reproduksi wanita. Untuk menghindari stres, kamu bisa mengurangi pemikiran negatif dan melakukan hal-hal yang membahagiakan diri.

Menjaga kesehatan reproduksi wanita dapat melindungi hidupmu. Dengan menjaga sistem reproduksi tetap sehat, kamu akan terhindar dari berbagai penyakit dan lebih bahagia dalam hidup. Karena itulah, yuk kita sama-sama jaga kesehatan reproduksi kita!